Apakah mesin waktu itu?

Menurut Wikipedia
mesin waktu adalah sebuah mesin yang berfungsi sebagai media untuk menjelajahi waktu, baik di masa lalu maupun di masa depan.
Dengan mesin waktu ini, seseorang bisa menjelajahi waktu sebelum dia
dilahirkan maupun waktu setelah kematiannya atau juga waktu di masa
lalunya dan waktu di masa depannya, karena nyatanya manusia selalu
berjalan dalam waktu dalam cara segaris dari waktu sekarang ke masa
depan persatuan waktu sampai kematinnya.
Banyak para ilmuwan yang berpendapat tentang konsep mesin waktu
tersebut, salah satunya teori Albert Einstein yang disebut dengan
relativitas khusus dan teori relativitas umum.
Teori ini mengungkapkan bahwa bagi seorang pengamat yang diam secara
relative, waktu kelihatannya berjalan lebih lambat bagi sebuah obyek yang bergerak dengan lebih cepat.
Contoh : pernahkah Anda menonton film “Matrix” saat sang peran utama ditembakan puluhan peluru?
Yups, saat itu dengan lihainya sang pemeran utama menghindar satu
persatu peluru yang ditembakan oleh musuhnya dalam gerakan lambat atau
slow motion.
Padahal secara
real, kecepatan peluru tidak berubah sama
sekali, yang berubah adalah kecepatan sang pemeran utama yang lebih
cepat dari puluhan butir peluru, sehingga peluru terkesan mempunyai
kecepatan yang sangat lambat.
Dalam teori Albert Einstein ini menjelaskan bahwa kecepatan cahayalah
yang menjadi kecepatan terakhir di alam ini. Artinya, pada saat
seseorang atau suatu benda bergerak dengan kecepatan cahaya, maka benda
yang ada di sekitarnya akan bergerak diam dan waktu juga akan berhenti.
Sehingga seseorang atau benda tersebut bisa meloncati waktu di masa
lampau maupun di masa depan. Tapi, bagaimana mungkin seseorang bisa
bergerak melebihi kecepatan cahaya, apakah mungkin ?
Pada tahun 1935, Einstein dan rekannya, Nathan Rosen membuat percobaan dengan potongan kecil dalam
black hole yang akan berhubungan dengan potongan lainnya.
Untuk menghubungkan bagian yang berbeda ruang waktu itu digunakan saluran sempit yang dikenal dengan
The Einstein-Rosen Bridge (jembatan Einstein-Rosen). Saluran ini merupakan pintu gerbang jalan pintas untuk menembus ruang dan waktu yang berbeda.
Pada tahun 1957,
Jhon Wheeler ikut mengumumkan teori Time Travelnya yang dinamakan teori
Worm Hole (lubang Cacing). Worm Hole merupakan penghubung antar Black Hole.
Teorinya menjelaskan bahwa setiap dunia punya black hole, yang
fungsinya untuk kembali atau pergi ke suatu masa. Tapi, untuk menembus
Worm Hole tidak semudah yang dipikirkan.
Menurut teori Einstein-Rosen, untuk melewati ke ruang itu dibutuhkan
kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Hingga saat ini masih dicari
seberapa cepat kecepatan yang dibutuhkan untuk masuk ke sana.
Pada tahun 1988, Kip Thorne mengumumkan idenya tentang mesin waktu. Bahan-bahan yang digunakan termasuk teori
black hole dan energi negatif.
Menurut Thorne, benda anti gravitasi akan membuka pintu gerbang worm
hole, hingga memungkinkan astronot atau siapapun masuk kedalamnya.
Menurutnya pilihan terbaik untuk antigravitasi adalah
Casimir Effect, karena masih berhubungan dengan teknik quantum, yaitu pada plat metal seukuran rambut, yang mampu mengeluarkan energi negatif.
Berdasarkan Teori Relativitas diatas maka masih ada kemungkinan bagi
manusia untuk menciptakan mesin waktu yang bertujuan untuk menjelajahi
waktu di masa lalu maupun di masa depan.