Monday, October 24, 2016

The Lost Paradise [Shangri - La]

A Kingdom Above the Clouds: Behind the Shangri-La Cover Art – KitBash3D
Cerita tentang Shangri-La sebenarnya adalah sebuah dongeng modern yang telah diceritakan oleh penulis Inggris James Hilton dalam novelnya "The Lost Horizon". Cerita ini terjadi pada saat antara perang dunia pertama dan kedua, di biara Tibet pada lembah Shangri-La yang hilang dari peradaban dunia. Semua kebijaksanaan agung berada di sana, di benak orang-orang yang berkumpul di sekitarnya.


Story of Lost Paradise


Cerita Hilton ternyata menyentuh banyak orang. Pada abad ke-20, buku ini menjadi sangat populer. Bahkan, Hitler telah mengirimkan sebuah ekspedisi ilmiah di tahun 1939 ke Himalaya, dengan harapan bisa menemukan ras unggul yang hilang, yang memiliki kemiripan genetik dengan ras Jerman. Proyek itu tetap diingat sebagai salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.



Artinya, “The Lost Horizon" pada waktu itu dianggap sebagai kisah nyata—pada waktu disaat peradaban barat berada di ujung kehancuran, seperti Carl G. Jung mengatakan, "Bau jelaga tercium di udara". Itulah sebabnya pemikiran tentang surga yang hilang, menjadi sangat menarik di mata publik. Hal lain juga turut mempengaruhi mitos ini berkembang. Tibet, di pertengahan tahun 30an, adalah perwujudan sesungguhnya keajaiban Timur—salah satu tempat dimana dunia belum menyentuhnya, tanah terlarang yang sejati. Sekarang, tempat ini bahkan masih sangat menarik, sejak novel itu diterbitkan, ketika China telah menduduki Tibet dan terjadinya Revolusi Kebudayaan pada tahun 60an.


Dalam novel "The Lost Horizon", kelompok wisatawan barat menyelamatkan diri dengan pesawat dari perang yang tengah berkecamuk di dunia, dengan mendarat di lembah pegunungan terbesar di dunia. Bahkan lembah ini didekripsikan dengan rinci oleh Hilton. Dia menceritakan tentang salah satu biara yang dihuni oleh Capuchin Lama berusia dua puluh tahun. Biara itu memuat seluruh kekayaan budaya di dunia dan tujuannya adalah untuk melawan kekerasan dan materialisme. Bangunan-bangunan besar menjulang di lembah gunung putih yang besar, gunung paling indah di dunia. Lalu timbul pertanyaan, apakah Shangri-La memang pernah ada? Atau pertanyaannya begini, mengapa cerita tentang surga selalu menempati pikiran manusia?

0 komentar:

Post a Comment